Tentang Santri
Dari keseluruhan lembaga pendidikan para santri Darussalam berasal dari berbagai wilayah di Tanah Air, yaitu: Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatra, Bali, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya.
Dari mulai Pondok Pesantren Darussalam berdiri, semakin tahun terus berkembang. Pesantren ini semakin mendapat kepercayaan, bukan hanya dari masyarakat, tetapi juga dari pemerintah dan pengusaha. Keberhasilan Pondok Pesantren Darussalam dalam merekrut para santrinya dari tahun ke tahun bisa dikatakan stabil.
Pada tahun 2008 saja, jumlah santri di Pondok Pesantren Darussalam tidak kurang dari 2.000 orang santri. Perbandingan laki-laki dan perempuannya adalah 55 % laki-laki dan 45 % perempuan. Bagi santri yang berasal dari tempat jauh dan luar daerah disediakan asrama. Sebab secara umum sekitar 90% mereka diwajibkan untuk tinggal di asrama, kecuali yang 10% lagi yang berasal dari Desa sekitar Pesantren Darussalam yang berangkat dari rumahnya sendiri.
Ribuan alumni sudah lahir dari rahim sejarah Darussalam. Mereka tersebar di starata kemasyarakatan, sebagai petani, pengusaha, wiraswasta, PNS, polisi, tentara dan tidak sedikit yang kemudian mengamalkan ilmunya dengan mendirikan Pondok Pesantren. Mereka berbaur ke tengah-tengah masyarakat dengan modal gemblengan yang khas Darussalam, yakni pembentukan karakter yang tidak lepas dari sosok sebagai muslim yang moderat, mukmin yang demokrat dan muhsin yang diplomat.
Alumni Pesantren Darussalam merupakan generasi yang ditempa dengan perpaduan gaya tradisional dan gaya modern, sampai kini masih berkutap dengan beragam wacana keilmuan di berbagai Perguruan Tinggi. Timur tengah adalah kawasan yang banyak dipilih sebagai tempat meneruskan pendidikan setelah usai menimba ilmu di Darussalam. Beberapa di antaranya justru ada yang memilih Eropa, seperti di Belanda, Kanada dan Perancis; ada pula yang ke Amerika Serikat bahkan kawasan Asia, seperti Australia dan Malaysia . Disana mereka memasuki universitas terkemuka, bergelut menghabiskan waktu untuk memperdalam pengetahuan di jenjang S2 dan S3, dan mereka tetap menjalin silaturrahim dengan almamaternya, sebuah negeri yang disebut Darussalam, Negeri yang Damai. Ini merupakan salah satu bukti bahwa alumni Pondok Pesantren Darussalam tidak hanya layak bersaing di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.
Visitors :13547 Org
Hits : 54690 hits
Month : 828 Users